Jalanan Sepi, Pedagang Oleh – Oleh Di Jombang Merugi

Jombang – Lebaran tahun ini tampaknya tidak membawa keberuntungan bagi pedagang oleh – oleh khas daerah di kawasan Simpang Tiga Jombang Nganjuk dan Kediri atau Bangjuri. Jalur pertemuan arus tiga kota ini sepi pemudik dan kendaraan. Akibatnya, banyak pedagang oleh – oleh yang memilih tutup selama lebaran. Meskipun ada yang buka namun penghasilannya menurun drastis.

Kondisi lapak pedagang oleh – oleh khas daerah di Desa Bandarkedungmulyo Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang. Jika lebaran sebelumnya, ramai penjual dan pembeli, tahun ini sebagian besar pedagang memilih menutup lapaknya selama perayaan lebaran.

Meskipun ada yang buka, kondisinya sepi. Setiap harinya, hanya ada hitungan jari, warga yang menghampiri lapak untuk berbelanja oleh – oleh.

Riki, salah satu pedagang oleh – oleh ini mengaku penghasilannya menurun drastis di lebaran tahun ini. Jika tahun sebelumnya, sehari bisa menjual barang hingga senilai Rp 11 juta saat ini hanya laku Rp 400 ribu. Penyebabnya, karena seluruh armada bus  tidak beroperasi. Ditambah lagi, larangan mudik dan berlebaran selama pandemi corona.

Senada Mujiono, pedagang asongan di Simpang Tiga Bangjuri ini juga mengeluhkan sepinya pembeli. Sejak pagi, dirinya belum bisa menjual dagangannya sama sekali. “nekat berjualan karena di rumah tidak ada yang menyuruhnya kerja ke sawah. Kondisi ini sudah berlaku sejak virus ini menghantui warga di Kota Jombang,”jelasnya.

Warga berharap pandemi corona bisa segera diatasi oleh pemerintah. Sehingga warga bisa kembali melakukan aktifitas normal dan pedagang bisa mencari nafkah dari usaha jualan makanan oleh – oleh khas daerah.(ful/p7)

Tinggalkan Balasan