Hari Pertama Lebaran, Kediri Seperti Kota Mati

Kediri – Hari pertama lebaran di Kediri suasana jalanan terlihat sepi seperti kota mati. Imbauan pemerintah untuk tidak mudik dan tetap berada dirumah dipatuhi oleh warga meskipun saat ini, baik Kota maupun Kabupaten Kediri belum memutuskan PSBB, walaupun sudah masuk zona merah.

Sejumlah jalanan protokol di Kota Kediri tampak lengang sepanjang hari lebaran pertama ini. seperti jalan Dhoho dan jalan Hayam Wuruk yang merupakan jantung kota Kediri, hanya ada beberapa kendaraan saja yang melintas. Bahkan sejumlah toko dan mall di Kediri juga tutup.

Perempatan alun alun kota Kediri yang biasanya menjadi kawasan macet juga terlihat nampak lengang. Selain jalanan, perkampungan warga dan jalan masuk gang-gang kecil juga ditutup total oleh warga. Hal ini untuk mengantisipasi warga yang nekat mudik ke kediri, meskipun sebelumnya telah dilarang oleh pemerintah.

Warga Kediri juga tampak patuh untuk tidak merayakan Hari Raya Idhul Fitri keliling kerumah sanak famili. Warga lebih memilih tinggal dirumah dan tidak menerima tamu serta lebih memilih menggunakan media sosial atau lewat telfon untuk sekedar maaf maafan.

Suyanto, salah satu warga Ngasem Kediri mengatakan, selama tiga hari ada himbauan untuk tetep tinggal dirumah. “Suasananya seperti kota mati, sepi mamring tidak ada aktifitas dijalanan di Kediri,” jelasnya.

Masjid Agung Kota Kediri Minggu pagi, juga tidak menggelar sholat Ied berjamaah, terlihat pagar besi menutup total kawasan masjid. Selain Masjid Agung, sejumlah masjid dan lapangan di Kediri juga tidak menggelar Sholat berjamaah.

Sementara sejumlah pusat oleh oleh dikawasan jalan Yos Sudarso dan Jalan Pattimura Kota Kediri juga terlihat hanya beberapa saja yang buka. Itupun tak ada aktifitas jual beli sama sekali, karena tidak ada warga yang melintas ataupun mudik di Kediri.

Sepinya Kediri di hari pertama lebaran ini, selain banyak warga Kediri yang bekerja diluar kediri tidak mudik, dimungkinkan juga karena warga mengikuti anjuran pemerintah setempat yang meminta selama 3 hari lebaran, tidak merayakan Hari Raya umat Islam tersebut diluar rumah. (ben)

Tinggalkan Balasan