Harga Rokok Pabrikan Naik, Tingwe Laris Di Blitar

Kedai Tembakau Mulai di Banjiri Perokok Tingwe

Blitar, JTV Mataraman.com : Per Pebruari 2021 Pemerintah melalui menteri keuangan resmi mengumumkan tarif baru Cukai Hasil Tembakau (CHT) 12,5%. Naiknya tariff cukai diikuti dengan naiknya harga rokok pabrikan. Imbasnya , para perokok berbondong – bondong beralih membeli rokok murah alias melinting sendiri (Tingwe).

Seperti di Kabupaten Blitar , perokok aktif berburu tingwe ( tembakau dilinting dewe) meningkat tajam. Hal itu di akui oleh Sundawa , pemilik kedai tingwe di jalan raya Tuliskriyo Kecamatan Sanan Kulon mengaku omzet penjualan tembakau meningkat 50 persen sejak kabar adanya kenaikan tarif baru  cukai hasil tembakau (CHT) di masyarakat. Ia memperkirakan peminat tembakau untuk keperluan tingwe akan terus bertambah.

“ Penjualan tembakau sejak sepekan ini meningkat antara 40 -50 persen dari biasanya. Masyarakat memilih tingwe karena tembakau lebih murah , lebih lebih saat ini tingwe tengah menjadi trend dikalangan perokok.” Ujar Sundawa.

Lanjut Sundawa , di kedainya menjual aneka jenis tembakau  beraneka rasa dengan harga bervariasi , mulai per kilogram 130 hingga 150 ribu rupiah. Sedangkan cengkeh ( bumbu rokok) beragam jenis , mulai dari yang murah per kilogram 80 hingga 150 ribu.  “ Ya peminat tembakau dari berbagai kalangan, mulai  anak muda hingga usia senja. Jenis tembakau Kalituri , gading ,garut , podey paling banyak di sukai pelanggan.” Ungkapnya.

Didik Seorang Penikmat Tembakau Sedang Membuatkan Rokok Tingwe

Sementara itu, peminat tingwe, Didik menyebut telah beralih ke rokok tingwe sejak satu tahun silam. Ia beralih ke tingwe lantaran harga rokok pabrikan terus merangkak naik. “ Rokok tingwe selain biaya murah  , irit pengeluaran. Perokok tingwe bisa menciptakan sensasi sendiri dan banyak  mengenal karakter tembakau untuk menemukan rasa sesuai selera.” Tutur Didik kepada JTV Mataraman.com (AS)

Tinggalkan Balasan