Eksekusi Rumah PN Kediri Ditunda Karena Ada Perlawanan Pemilik

Kediri – Rencana eksekusi sebuah rumah beserta isinya di Kabupaten Kediri, harus ditunda oleh pihak pengadilan negeri setempat. Hal ini dikarenakan adanya perlawanan dari termohon, yang menilai pihak pemohon ekskusi telah melakukan tindak penipuan.

Amarah keluarga termohon eksekusi ini tidak bisa dibendung, setelah pihak Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, berencana melanjutkan proses eksekusi. Mereka bersikeras menolak jalannya ekskusi, setelah menilai Yusik Arianto selaku pemohon, telah melakukan penipuan.

Sebelumnya, Nur Lalia selaku termohon eksekusi memiliki hutang di bank senilai Rp 150 juta. Saat memasuki bulan ke 7, dirinya tidak bisa mengangsur hingga akhirnya hutang tersebut dilunasi oleh Yusik, dengan jaminan sertifikat rumah yang beralamat di desa wonoasri kecamatan grogol kediri.

Kesepakatan tersebut dilakukan di depan notaris dan pihak termohon diminta menandatangai beberapa surat, termasuk salah satunya surat kosong.

Setelah beberapa bulan berjalan, pihak termohon terkejut saat mengetahui surat kosong itu berubah isi menjadi sebuah akta jual beli.

Sementara itu, Yusik Arianto, pihak pemohon mengaku, sejauh ini telah memberikan uang senilai Rp 500 juta secara bertahap kepada pihak termohon. Hingga akhirnya, dirinya berpendapat sertifikat rumah tersebut telah secara sah menjadi hak miliknya.

Setelah melakukan proses mediasi, pihak Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri akhirnya menunda jalnnya proses tersebut. Hal itu dilakukan berdasarkan masukan dari pihak kepolisian, yang menilai situasi di lapangan tidak kondusif. (Danu)

Tinggalkan Balasan