Depresi, Surani mengakhiri Hidupnya dengan Gantung Diri

Blitar – Surani (53) warga desa Slorok kecamatan Garum kabupaten Blitar mati tergantung di rumahnya dengan menggunakan tali plastik warna biru sepanjang 250 cm, minggu (6/1/2019). Korban merupakan penderita gangguan jiwa selama 3 tahun.

Kronologi kejadiannya bermula pada hari minggu pagi sekitar pukul 06.00 WIB saat ponakan korban Umi Nurlaili (29) akan memberikan sarapan kepada korban. Sewaktu membuka pintu rumah, korban sudah dalam keadaan menggantung diri dengan menggunakan tali plastik yang diikatkan di balok kayu.

Sontak Umi langsung berteriak dan keluar meminta pertolongan warga sekitar. Korban lalu diturunkan oleh warga dengan cara memotong tali tambang tersebut. Dengan kejadian tersebut salah satu warga yakni Mujo Wismono (45) melapor ke petugas kepolisian.

“Kami dari Kepolisian menerima laporan dari warga bahwa ada tetangganya yang gantung diri, langsung kami datangi TKP yakni di rumah korban. Korban selama ini memiliki riwayat gangguan jiwa.” Kata Kassubag Humas Polres Blitar Iptu Burhanuddin.

Hasil dari pemeriksaan petugas puskesmas Garum, korban meninggal dalam keadaan lidah menjulur keluar, kemaluan mengeluarkan sperma, anus mengeluarkan kotoran. Namun tidak ada tanda-tanda penganiayaan dalam tubuhnya.

“Atas permintaan keluarga, korban tidak dilakukan otopsi dan keluarga korban bisa menerima kematian korban yang bukan akibat dari perbuatan orang lain atau kekerasan yang dituangkan dalam surat pernyataan.” Ungkap Kassubag humas Polres Blitar Iptu Burhanuddin, SH. (Ervin)

Tinggalkan Balasan