Demam Bola, Pemuda Lintas Agama di Gondang Gelar Pertandingan Sepak Bola Api

Tulungagung – Datangnya momentum Piala Duni 2018 yang di gelar di rusia berimbas pada demam sepakbola hingga ke pelosok desa di Tulungagung. Para pemuda yang terdiri dari puluhan santri, anggota karang taruna dan pemuda gereja Desa Tiudan Kecamatan Gondang ini bertanding sepak bola bukan menggunakan bola seperti biasanya namun mereka justru menggelar pertandingan sepak dengan menngunakan bola api.

Dalam pertandingan ini tidak jauh berbeda dengan pertandingan sepak bola pada umumnya, untuk memenangkan pertandingan dalam sepak bola api ini harus bisa membobol gawang lawan sebanyak-banyaknya,” ucap Robingan panitia pertandingan.

Hanya saja bola yang digunakan adalah sebutir kelapa yang telah direndam dalam solar kemudian dibakar, lebih ekstremnya lagi saat berlaga para pemain sepak bola api ini tidak mengenakan alas kaki.

Pertandingan sepak bola api yang identik dengan tradisi santri ini mengundang banyak perhatian. Warga sekitar memenuhi halaman masjid dan antusias untuk menyaksikan jalannya pertandingan.

“Sebagai hukuman bagi tim yang kebobolan di wajibkan untuk push up sebanyak lima kali,” tambahnya.

Para pemain bola api mengaku tidak ada persiapan khusus untuk bermain sepak bola ini, hanya dibutuhkan keberanian dan teknik bermain yang benar agar tidak mengalami cidera diantaranya adalah dengan menggunakan telapak kaki saat menendang dan tidak terlalu lama memegang bola api. “tidak ada persiapan khusus untuk main bola api,” Erwin Budianto pemuda gereja salah satu peserta.

Selain untuk menyemarakkan piala dunia 2018, tradisi sepak bola api yang digelar dalam rangka menyambut hari raya ketupat.

“Sengaja melibatkan pemuda gereja setempat untuk memupuk rasa kebersamaan serta kerukunan antar umat beragama di Desa Tiudan yang selama ini telah terjaga dengan baik,” pungkas Robingan. (Bondan)

Tinggalkan Balasan