DBD Mulai Menyebar di Tulungagung, Dinas Kesehatan Lakukan Foging

Tulungagung – Memasuki musim penghujan, wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai merebak di Tulungagung, Jawa Timur. Untuk mengantisipasi penyebaran virus, dinas kesehatan setempat melakukan foging,atau pengasapan dengan insektisida di beberapa titik, tempat terjadinya kasus penderita demam berdarah.

Baru pada minggu pertama di bulan Januari 2019 ini, Dinas Kesehatan Tulungagung, telah menerima laporan sedikitnya 20 kasus demam berdarah dengue dbd.

Temuan kasus DBD tersebut, diantaranya terjadi di Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru. Di desa ini terdapat 2 penderita DBD yang kini tengah dirawat di klinik kesehatan. Dari awal, 2 penderita virus dengue yang dibawa nyamuk aides aegypti tersebut, kemudian menular ke 4 warga lainnya.

Mengantisipasi penyebaran agar tidak semakin meluas, pihak dinas Kesehatan Melakukan Foging atau pengasapan dengan cairan insektisida, untuk memberantas nyamuk pembawa virus dengue tersebut. Insektisida dicampur dengan solar untuk pembakaran, dengan komposisi 350 cc insektisida dicampur 20 liter solar.

Salah seorang orang tua penderita DBD, Zainuri, mengaku, anaknya yang berusia 13 tahun menunjukkan gejala DBD pada tanggal 1 Januari lalu, gejala demam yang dialami tidak kunjung reda, meski telah mendapat obat dari petugas kesehatan setempat.

“Setelah dilakukan uji laboratorium, baru diketahui jika dia mengalami serangan DBD. Anak saya tengah mendapatkan perawatan di salah satu klinik kesehatan di Blitar,” kata Zainuri.

Sementara itu, ketua Tim Fogging Dinas Kesehatan Tulungagung, Supriyono mengatakan, fogging di desa pucunglor dilakukan di beberapa titik. “Untuk mencegah penyebaran nyamuk pembawa virus dengue, fogging dilakukan dengan radius 200 meter dari rumah, tempat kasus DBD ditemukan,” jelas Supriyino.

Berdasar Catatan Dinas Kesehatan Tulungagung, kasus DBD di tahun 2018 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2017 tercatat sebanyak 128 kasus, maka di tahun 2018 meningkat menjadi 545 kasus. (Bondan)

Tinggalkan Balasan