Cegah  Kecurangan , Bawaslu Kab.Blitar Gelar Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang Pemilu 2019

Blitar – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar menggelar Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang, di Alun – alun Kanigoro yang di ikuti oleh 5.000 peserta apel pengawas pemilu se Kabupaten Blitar, Jum’at ( 12/4/2019). Apel ini di pimpin oleh Bupati Blitar Rijanto yang di hadiri oleh Ketua DPRD ,Kapolres Blitar , Ketua Bawaslu dan KPU Kabupaten Blitar, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Blitar.

Dalam sambutannya Bupati Blitar Rijanto menyampaikan pemilu serentak 2019 harus berkualitas dan mengahasilkan yang terbaik, bentuk kecurangan harus dihindari seperti praktek money politik, propaganda serta isyu sara.

“Praktek politik uang sering terjadi dalam pesta demokrasi seperti ini, namun bukan berarti tidak bisa dihilangkan. Oleh karena itu semua pihak harus turut mengawasi jalannya pemilu, meski sudah ada bawaslu, panwascam dan panwas TPS.” Kata Rijanto.

Sementara itu Ketua Bawaslu kabupaten Blitar , Mohamad Hakam Sholahudin mengatakan Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang merupakan salah satu ikhtiar Bawaslu Kabupaten Blitar untuk menekan sekecil-kecilnya terjadinya praktik politik uang agar menghasilkan pemilu yang demokratis dan berintegritas.

“Kita ketahui bahwa potensi kecurangan selalu ada dalam pesta demokrasi dengan berbagai cara dilakukan untuk mempengaruhi pemilih. Pelanggaran yang sering terjadi politik uang, untuk itu hari ini kami menyiagakan seluruh pengawas TPS kami berjumlah 4.753 untuk mengawal praktik politik uang di masa hari tenang itu. Mulai tanggal 14-16 april, mereka akan berpatroli masuk kampung untuk melakukan edukasi dan pecegahan agar tidak terjadi yang namanya politik uang itu,” tuturnya.

Lebih lanjut Hakam mengungkapkan, data Bawaslu Kabupaten Blitar jumlah pengawas TPS sebanyak 4.753 orang yang tersebar di seluruh TPS Desa dan Kelurahan se kabupaten Blitar. Mereka sudah di bekali bimbingan teknis dan siap melaksanakan tugas untuk melakukan pencegahan dan penindakan ketika nanti terjadi politik uang.” ujarnya. (Asf)

Tinggalkan Balasan