Bulan Ramadhan, Permintaan Kain Tenun Ikat di Kediri Naik 40 %

Kediri – Memasuki awal bulan Ramadan, permintaan kain tenun ikat khas Kelurahan Bandar Kidul, Mojoroto, Kota Kediri melonjak tajam. Permintaan yang datang dari berbagai daerah mengalami peningkatan mencapai 40 persen dibanding hari biasa.

Konsumen sudah order kain tenun untuk ramadan dan lebaran sejak satu bulan lalu. Sehingga sudah tidak memenuhi pemesanan untuk lebaran, utamanya berasal dari konsumen yang pesan dalam jumlah besar,” ujar Ruqayah pengrajin tenun ikat.

Selama ramadan permintaan pembeli satuan juga meningkat tajam, baik bahan kain sarung maupun pakaian tenun ikat.

“Untuk memenuhi permintaan harus meningkatkan kapasitas produksinya 40 persen.” Tambahnya.

Jika di hari biasa produksi tenun ikat hanya mencapai 60 potong, kali ini harus menggenjot produksi hingga 70 hingga 80 potong. Pengrajin berupaya meningkatkan produktifitas dengan memperkerjakan 98 orang tenaga kerjanya dengan 60 unit alat tenun bukan mesin dan memberlakukan penambahan jam kerja.

“Permintaan akan terus meningkat saat mendekati lebaran, klo untuk pembelian dalam jumlah besar baru bisa melayani setelah lebaran,” tandasnya.

pembuatan tenun ikat dilakukan secara tradisional, ada 14 tahap proses pembuatan tenun ikat. Karena kerumitannya produk tenun ikat medali mas ini tidak dijual dengan harga murah.

“Selembar kain katun dengan ukuran 1 kali 2 koma 5 meter dijual mulai harga Rp. 165 ribu atau naik Rp 5 ribu dari tahun sebelumnya untuk jenis kain katun kemudian Rp. 235 ribu untuk kain semi sutra dan Rp. 425 ribu untuk kain sutra.” Pungkasnya. (Zainurofi)

Tinggalkan Balasan