Berkedok Jendral Polisi Asal Pare-Pare Sulsel Berkomplot Tipu Warga Blitar

Blitar – Polres Kota Blitar mengamankan dua pelaku penipuan yang mengaku Jendral Polisi, senin (24/12/2018). Kejadian ini bermula pada kamis (20/12/2018) melalui percakapan WhatsApp.

Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar mengatakan korban mendapatkan pesan WA dari seseorang yang mengaku jendral polisi.

“Saat ini kami mengamankan dua pelaku yakni Kemal M Tarau (51) Kec. Soreang Kota Parepare Sulsel dan Andi Rio Patarusi (29) Kel. Mungkajang Kota Palopo.” Tuturnya

Kasus ini berawal saat pelaku berniat untuk meminjam uang kepada korban Muhammad Syamsurizal Sidik (65) Kel. Plosokerep Kec. Sananwetan Kota Blitar, sejumlah Rp 3.000.000 karena ada keluarganya di Mamuju masuk ke Rumah sakit. Pihaknya telah berjanji untuk mengganti uang untuk hari besoknya.

Selanjutnya pada hari kamis (20/12/2018) pada pukul 19.17 WIB korban mentransfer uang tersebut kepada pelaku penipuan di rekening atas nama Kemal P. Tarau.

Setelah menunggu balasan WA dari pelaku tidak kunjung datang. Korban baru tersadar jika dirinya telah ditipu dan mencoba melapor ke Polres Blitar Kota.

“Korban melapor kasus tersebut, sehingga kami berkoordinasi dengan Polres Pare-pare Polda Sulawesi selatan terkait hal ini, karena rekening tempat korban mentransfer uang berada di Pare-pare.” Kata Adewira

Dari hasil pemeriksaan diketahui ada 1 orang lagi yang berhubungan langsung dengan korban yaitu Acok Tonggeng berperan menghubungi korban melalui pesan WhatsApp dengan menggunakan foto profil Jendral Polisi. Saat ini Acok masih dalam pengejaran petugas (DPO).

Sedangkan Andi bertugas menerima uang, menarik uang serta kemudian setelah mendapatkan uang disetor ke Acok Tonggeng (mendapat komisi 15%).

“Selain bertugas menarik uang pelaku atas nama Andi ini juga bertugas mencari atau membeli buku rekening baru untuk tempat penampungan uang.” Ungkap Adewira Negara Siregar

Sementara itu Kemal diberikan uang Rp. 400.000 oleh Andi untuk pembuatan rekening dan dijanjikan uang rokok tambahan jika ada pemasukan hasil penipuan.

Akibat perbuatannya tersebut pelaku di jerat pasal 378 KUHP dan UU ITE dengan ancaman enam tahun penjara.

AKBP Adewira Negara Siregar menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah tertipu terhadap penipuan semacam ini di media sosial manapun menggunakan gambar siapapun baik di kenal ataupun tidak dikenal. (Ervin)

Tinggalkan Balasan