Berdayakan Masyarakat Pemdes Kandangan Gelar Pelatihan Keterampilan Tangan

Blitar – Karya seni atau seni kerajinan tangan selalu memiliki harga jual tinggi dan selalu masuk ke dalam hati masyarakat apabila memiliki kegunaan parktis dan unik untuk dimiliki. Begitu juga dengan kerajinan talikur yang ada di daerah Blitar, bahan dasar talikur ini di sulap menjadi tas super cantik dari tangan ibu-ibu yang di instrukturkan oleh Alfiatun Ni’mah.

Seperti hari kemarin, rabu (10/10/2018) desa Kandangan mengadakan pelatihan anyaman tas talikur di balai desa yang sudah berjalan 3 hari di mulai hari senin (8/10/2018) kemarin dan akan berakhir hari ini (11/10/2018) dimana diikuti 26 peserta dari warga sekitar desa Kandangan. Tujuan dari pelatihan ini tentunya sebagai pemberdayaan masyarakat setempat, pemanfaatan waktu yang senggang di keluarga serta untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Dalam pelatihan atau pengerjaannya peserta dituntut untuk telaten, teliti dan sabar karena memang dilakukan secara manual (tanpa mesin). Sehingga sekali pembuatan produk membutuhkan satu minggu untuk penyelesainnya. Peserta pelatihan anyaman tas talikur hanya diperbolehkan menganyam tas talikur dengan warna cerah seperti warna hijau dan pink, hal ini kaitannya dengan kecepatan waktu dan mempermudah untuk membuat motif bagi pemula.

Tidak hanya nilai jual tinggi setelah sempurna menjadi tas, lembaga kerajinan talikur yang dinamakan Dodik Alfi ini juga sudah resmi. “Saya sudah memiliki sertifikat narasumber dan instruktur dari kabupaten Blitar maupun dari dinas koperasi. Tidak hanya itu saya juga mendapatkan beberapa piagam penghargaan dari kepala desa yang pernah mengadakan pelatihan. Sehingga perizinan sudah lengkap, mulai lembaganya sudah resmi , label juga sudah resmi serta pernah mewakili provinsi Jawa Timur untuk megikuti pameran Apkasi di Jakarta.” Tutur instruktur Alfi saat di wawancarai di balai desa Kandangan, rabu (10/10/2018).

Dalam pantauan media, peserta sangat bersemangat menganyam tas talikur meskipun duduk lesehan di balai desa. Berbagai motif setiap peserta berbeda mulai dari motif duyung, motif love, kawung dan kerang. Model-model yang diciptakan juga mengikuti tren pasar sehingga cocok untuk konsumen ibu-ibu maupun dari kalangan remaja.

“Nantinya setelah peserta mampu membuat tas, akan ada pelatihan lagi menganyam tempat tissue, domet, ikat pinggng dan tirai yang tentunya masih menggunakan bahan dasar talikur. Tetapi setelah lembaga Dodik Alfi mewakili Disperindag bagian kerajinan untuk mengikuti pameran di hotel Grand City Surabaya , hari jum’at mendatang (12/10/2018). ” Ungkap Alfi

Alfi berharap dengan adanya pelatihan ini jika sudah berjalan peserta tidak boleh merasa puas harus terus merasa berjuang untuk ke depan, mencari inovasi baru dan terus mengikuti tren yg ada. Sehingga nantinya mereka bisa berdiri sepertinya yang menghasilkan ribuan kerajinan tangan dari talikur hingga terjual ke luar kota bahkan sampai ke luar negeri seperti Hongkong dan singapura.

“Pemerintah juga harus ikut andil dalam pemasaran, sehingga mereka lebih bersemangat lagi dalam membuat produk. Saya berharap dari hasil pelatihan ini peserta bisa mendapatkan orderan yang banyak sehingga mereka punya kegiatan di rumah yang tentunya menghasilkan uang .
Sementara itu kepala desa Kandangan Nurdianto menyampaikan pelatihan ini sebagai bentuk pemberdayaan, semakin berdaya dipihak perempuan. “Alhamdulillah antusias yang kemarin hanya setengah sekarang pesertanya juga sudah mulai bertambah, dari sisi desa kandangan mbak Alfi sudah menjadi srikandi dunia talikur , jadi pengembangan ke depan juga di arahkan oleh mbak Alfi, harapannya Semakin banyak pemberdayaan-pemberdayaan yang muncul tentu kaitannya dengan peningkatan ekonomi di desa ini.” Ungkapnya. (Ervin)

Tinggalkan Balasan