Belum Ber E-KTP, Ribuan Warga Terancam Tak Bisa Pilih Bupati Tulungagung

Tulungagung – Persoalan banyaknya pemilih di kabupaten Tulungaguang yang mencapai 20.308 orang tidak memiliki KTP eletronik , sebagai sarat untuk menyalurakan hak pilihnya di pilkada 2018, yang di ketahui pihak KPU Tulungagung dalam proses  pencocokan dan peneltian ( Coklit ) daftar pemilih, segara akan di sikapi oleh kpud Tulungagung.

Ketua KPU Tulungaung Suprihno, mengatakan akan segera melakukan kordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil ( Disenduk Capil ) kabupaten Tulungagung, untuk memastikan para pemilih ini terdata di data bes dispenduk capil, telah melakukan perekaman KTP elektronik.

“ ya, kami akan segera kordinasi dengan dispenduk capil, berkaitan dengan persoalan ini” kata Suprihno .

Bila dari 20.308 nama daftar pemilih yang belum memilki KTP elektroik ini, oleh Dispendukcapil sudah di nyatakan telah terdaftar di data bes, telah melakukan perekaman KTP elektronik, maka KPU Tulungagung akan minta Dispneduk Capil mengelurakan surat keterangan, bahwa para pemilh ini sudah masuk data bes perekaman KTP elektronik. Namun bila dari data dispenduk capil , para pemilih yang tidak memilik KTP elektronik ini, belum masuk data bes perekeman, maka pihak KPU akan melakukan pencoretan dari daftar pemilih.

Proses coklit sendiri sudah mencapai 100 persen, pada tanggal 5 sampai 7 maret kemarin, sudah di lakukan rekap di tingkat panitia pemungutan suara (PPS), kemudian pada tanggal 8 sampai 9 maret akan di lakukan rekap di tingkap panitia pemilihan kecamatan ( PPK), setelah itu  pada tanggal 10 sampai dengan 11 maret 2018 akan di lakukan rekap di tingkat KPU.

Setelah rekap selesai , maka akan di jadikan daftar peilih sementara ( Dps ), kemudian dps tersebut akan di umumkan di bali desa, dan secara onlin di website kpud Tulungagung. Bila ada warga yang sudah berusia hak pilik, namun belum masuk dps tersebut maka di persilah mendaftarkan diri, baik melalui pps atau secara online.

“ kami persilahkan bagi yang belum masuk data pemilih sementara, untuk mendaftarkan diri baik melalui penyelanggara pemilu atau langsung secara online “ tutup Suprihno. (Bondan)