Bawaslu Kota Blitar Gelar Sosialisasi Pengawasan Kampanye Pilkada Jatim di Media

Blitar – Dalam  rangka untuk  mewujudkan penyelenggaraan pemilihan kepala Daaerah ( Gubernur dan Wakil gubernur ) Jawa  Timur yang bersih, Bawaslu Kota Blitar
bagian unsur  penyelenggara di bidang pengawasan terus merangkul berbagai  komponen masyarakat.
Tak terkecuali dengan media, yang memiliki peran sangat penting dalam mendukung suksesnya pemilukada dan  Media di harapkan bisa memberikan informasi yang benar tidak memihak salah satu paslon.
Untuk itu Bawaslu Kota Blitar menggelar Sosialisasi pengawasan kampanye melalui media cetak dan elektronik dalam rangka pilkada ( Gubernur dan Wakil Gubernur) Jawa Timur, yang berlansung Di Hall Patria Plaza , Rabu ( 9/5/2018).
Muklis Wibowo, ketua Bawaslu Kota Blitar mengatakan Kampanye di media dinilai sangat penting lantaran saat kampanye itulah informasi visi dan misi paslon dapat disosialisasikan kepada masyarakat utamanya calon pemilih agar kampanye berjalan dengan baik dan benar, tidak mengganggu hak masyarakat dan pasangan calon serta tidak melanggar peraturan perundangan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Setiap tahapan kampanye melalui media  harus ada pengawasan ,agar media bisa obyektif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”Kata Muklis Wibowo kepada media.
Acara sosialisasi pengawasan  kampanye di media ini dilakukan oleh Bawaslu Kota Blitar bersama Nara sumber dari KPU Jawa Timur dan Bawaslu Jawa Timur serta Komisi penyiaran daerah (KPID) Jawa Timur . Sedangkan undangan selain dari para awak media juga dari tim sukses paslon kepala daerah serta panwascam se Kota Blitar.
Amin, Ketua Bawaslu Jatim  menerangkan, informasi terkait kampanye agar pers menyampaikan kepada masyarakat dengan benar dan tepat waktu ,peran serta dari media cetak maupun elektronik dalam memberikan informasi kepada masyarakat  sangat penting dalam menyukseskan pesta demokrasi, juga bertanggung jawab mengawal penyelenggaraan pilkada.
“Media harus menjadi jembatan atas hak demokrasi masyarakat dan kepercayaan mereka terhadap penyelenggara pilkada,” Katanya.
Sementara itu,Nur Elya Angraeni dari KPID Jawa Timur meminta  meminta media yang menyediakan rubrik khusus kegiatan kampanye partai politik (parpol) atau pasangan calon (paslon) berlaku adil dan berimbang. Karena itu, media dalam penyelenggaraan pilkada ini berperan aktif dan bersikap profesional dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.
“Kebebasan pers menjadi penting sebagai penyedia sumber informasi yang independen untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat,” ujarnya. (Moch.Asrofi)

Tinggalkan Balasan