Barang Bukti Senilai 1 M Dimusnahkan Kejaksaa Negeri Blitar

Blitar – Kejaksanaan Negeri (Kejari) Blitar memusnahkan sejumlah barang bukti dari kasus yang telah selesai sepanjang tahun 2020. Jumlah barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 350 kasus yang sudah ditangani. Selasa (30/3/2031). Pemusnahan tersebut langsung di saksikan Forkompimda dan Cukai Blitar.

Kepala Kejari Blitar, Bangkit Sormin mengatakan, barang bukti tersebut dimusnahkan setelah dinyatakan berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Pemusnahan itu dilakukan di Kantor Kejari serta disaksikan oleh sejumlah pejabat dan forkopimda Kabupaten dan Kota Blitar.

Ia menjelaskan, 350 kasus yang telah dinyatakan inkrah terdiri atas dua jenis tindak pidana. Yakni pidana umum (pidum) dan pidana khusus (pidsus).

“Berdasarkan amanah KUHP mengamanahkan barang bukti yang selesai dilakukan persidangan dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap untuk dimusnahkan, atau harus dilelang, atau harus dikembalikan kepada yang berhak,” kata Bangkit.

Bangkit menambahkan, barang bukti yang kami musnahkan tersebut setelah selesai sidang dan para tersangkanya sudah di penjara, dan pemusnahan ini juga sudah sesuai dengan jaksa pengacara negara.

“Jadi barang bukti ini, sudah perkekuatan hukum tetap sehingga di lakukan eksekusi oleh jaksa pengacara negara, Pungkasnya

Barang bukti yang dimusnahkan meliputi ganja kering dengan berat total 250 gram, sabu seberat lebih dari satu ons atau tepatnya 105.750 gram, pil dobel L dengan jumlah 77.199 butir. Kemudian senjata tajam (sajam) dari kasus pembunuhan sebanyak 10 buah dan senapan angin (Air gun) laras panjang 1 unit. Pemusnahan itu juga dilakukan pada kasus perjudian meliputi 9 Kotak Tjap Jie serta ponsel sebanyak 50 unit.

Kejari juga memusnahkan 11.180 bungkus rokok ilegal hasil penanganan perkara pidsus dan pidum, serta total 1.100 botol miras dengan rincian 800 botol berasal dari pidum sedang sisanya dari pidsus.

“Barang bukti yang kami musnahkan tadi nilainya sekitar satu miliyar rupiah. Kasus yang paling menonjol adalah sabu dengan berat total 105,750 gram,” Imbuhnya.

Cara memusnahkan barang bukti tersebut dilakukan dengan metode yang tak sama. Sebagian besar dimusnahkan dengan cara dibakar.

Untuk senjata tajam dan senapan laras panjang dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan mesin. Hal berbeda dilakukan ketika Kejari memusnahkan ganja dan sabu.

“Barang bukti berupa narkotika dan psikotropika, pemusnahannya dilakukan dengan cara melarutkannya dengan blender dan air panas,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan