Bangunan Ambruk, Siswa SDN Watudandang 3 Nganjuk Belajar di Tenda Darurat

Nganjuk – Pasca robohnya Sekolah Dasar Negeri Watudandang 3 Desa Watudandang Kecamatan Prambon Nganjuk, pada Minggu kemarin. Pihak sekolah segera mengugsikan puluhan siswa ke beberapa tempat sebagai proses belajar mengajar.

Puluhan siswa dari kelas 3 diungsikan ke tenda darurat milik Satol PP Nganjuk yang didirkan di halaman sekolah. Sementara 2 kelas lainnya, yaitu kelsa 1 dan 2 diungsikan ke gedung madrasah yang takjauh dari sekolah SDN Watudandang 3.

Didalam tenda darurat para siswa mengikuti proses belajar mengajar, para siswa mengaku gerah, panas dan bocor bila terjadi hujan. Mereka mengaku lebih senang belajar di dalam gedung sekolah daripada di dalam tenda.

Sementara Kepala Sekolah Sdn Watudandang 3 Prambon Nganjuk, Ali Hafid, mengaku terpaksa mengungsikan puluhan muridnya di tenda, “Sebab sudah tidak memiliki alternatif tempat lainnya yang lebih aman,” kata Ali Hafid.

Bila dalam kodisi panas dan hujan, siswa segera di ungsikan ke ruang perpustakaan yang sangat sempit atau digabung dengan kelas lain. Meski dinilai tidak kondusif karena menganggu proses belajar mengajar kelas lainyya.

Siswa dan pihak sekolah berharap, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat bisa segera meninjau langsung lokasi sekolah yang ambruk itu karena hingga sekarang bupati yang baru jadi itu, belum juga mengunjunginya. Diharapkan juga segera mengalokasikan dana guna pebangunan sekolah yang sangat urgen tersebut. (Sarwani)

Tinggalkan Balasan