Apes, Bermaksud Amankan Orang Bawa Sajam, Justru Berurusan Dengan Hukum

Tulungagung – Seorang warga di Tulungagung , terpaksa berurusan dengan kepolisian setelah melakukan penganiayaan terhadap seseorang yang diduga hendak melakukan aksi pencurian. Korban diketahui mengalami luka pada bagian kepala dan meninggal dunia saat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit.

Dalam video amatir yang beredar di media sosial Tulungaggung, pelaku AP (38) warga Desa Sumberdadap , Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung menjatuhkan Sarto (54) warga Desa Maron, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Korban Sarto langsung terjatuh dengan posisi kepala membentur ke aspal kemudian meninggal dunia, saat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Tulungagung.

Kejadian berawal marak penjagaan penanggulangan pandemi covid-19. saat itu AP sedang mendapat giliran jaga malam di wilayahnya bersama beberapa warga lain. Kemudian muncul korban yang berjalan kaki melintasi mereka. Kemudian warga bertanya identitasnya, namun korban Sarto tidak menjawab. Bahkan korban tetap berjalan dengan membawa sebuah sajam berupa pisau dapur.

Warga yang khawatir akan melakukan tindakan kejahatan, kemudian mencegatnya. Dari belakang, pelaku AP menjegal kaki korban Sarto hingga terjatuh dengan posisi kepala membentur aspal. Warga yang kemudian mengatehui identitas korban, segera memanggil pihak keluarganya. Korban Sarto sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan kemudian meninggal dunia .

Menurut AKBP Eva Guna Pandia, Kapolres Tulungagung, dari hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, diketahui korban sarto memang mengalami gangguan kejiwaan dan sering keluar rumah membawa pisau.

“Namun atas kejadian tersebut, tersangka AP tetap diamankan di sel tahanan Mapolres Tulungagung , dan terjerat pasal 361 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” jelas Kapolres. (bon/p7)

Tinggalkan Balasan