Aniaya Anak Ronda, 2 Pemuda Ditangkap Polisi

Tulungagung – Jajaran kepolisian sektor Polsek Karangrejo mengamankan Dua pemuda pengangguran pelaku penganiayaan terhadap anak yang sedang ronda sahur di jalan desa Sukowidodo Kecamatan Karangrejo.

Pelaku adalah Bayu Setiawan (20) dan Sofri Dwi Yulian (22) warga Desa Sukowidodo Kecamatan Karangrejo harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selain melakukan penganiayaan kedua pelaku juga kedapatan membawa senjata sajam (sajam) berupa celurit dan parang yang digunakan untuk menakut-nakuti korbannya.

“Saat ini kedua tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolsek,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kapolsek Karangrejo AKP Puji Hartanto.

Kejadian bermula saat tiga korban bersama ketujuh temannya sedang melaksanakan ronda keliling dengan membawa sound system yang dinaikkan bajak. Kemudian korban mengikutinya dari belakang dengan naik sepeda motor.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) korban dihentikan oleh empat pemuda. Selanjutnya, dua pemuda yang tidak dikenalinya tersebut memukul bagian wajah korban menggunakan tangan kosong.

“Setelah memukul korban, dua tersangka tersebut pergi dengan naik sepeda motor,” terangnya.

Namun beberapa saat kemudian, kedua tersangka tersebut kembali ke TKP. Kali ini dengan membawa sajam berupa celurit dan parang.

“Jadi sajam tersebut disentuhkan ke aspal. Tujuannya untuk menakut-nakuti korban,” katanya.

Kepada petugas, kedua tersangka mengaku nekat memukul korban karena merasa terganggu dengan adanya ronda keliling dengan membawa sound system. Sedangkan sajam tersebut diambil dari rumah Bayu Setiawan, tujuannya hanya untuk menakut-nakuti korban.

Puji menambahkan, kini pihaknya masih melakukan penyidikan kasus tersebut. Petugas juga tengah mendalami adakah motif lain selain hanya karena emosi sesaat.

“Kedua tersangka akan dijerat dengan UU Darurat No. 12 Tahun 1951 dan pasal 80 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” pungkasnya. (Danu)

Tinggalkan Balasan