Agrowisata Karangsono Blitar Menjadi Tujuan Wisata Menyenangkan

Blitar – Salah satu dari sekian banyak destinasi wisata agro di Kabupaten Blitar adalah desa Karangsono kecamatan Kanigoro, berada 4 kilometer arah barat pusat pemerintahan kabupaten Blitar di Kanigoro. Desa Karangsono dikenal desa agrowisata yang belakangan banyak dikunjungi wisatawan berbagai daerah di Jawa Timur.

Di desa inilah produk minuman segar aneka buah bisa di dapatkan karena desa Karangsono memiliki perkebunan yang terkenal akan agropolitannya dengan kebergaman tumbuhan yang menghasilkan buah segar dan sehat untuk di olah menjadi minuman yang kaya akan vitamin.

Tiga ikon buah dari desa Karangsono tersebut berhasil di sulap menjadi minuman fungsional yakni buah belimbing, buah markisa dan buah jambu. Sehingga tidak hanya minumannya yang memang berasal dari 3 buah tersebut, akan tetapi perkebunan buah tersebut menyita banyak wisatawan untuk datang.

Wisatawan tidak perlu kesulitan untuk mendapatkan minuman fungsional tersebut, karena lokasinya yang startegis wisatawan dapat membelinya di Badan Usaha Milik Desa (Bumdes ) Karangsono. Disana tersedia bermacam sirup dan sari yang berasal dari buah belimbing, markisa dan jambu. Tidak hanya itu, wisatawan juga bisa melihat langsung contoh buah yang menjadi ikon minuman tersebut di kebun belakang.

Jika melihat kandungan dari minuman tersebut, tentunya memiliki manfaat untuk tubuh misalkan dari buah markisa yang memiliki kandungan vitamin c 3 kali lipat dari buah jeruk, buah jambu yang bisa menurunkan trombosit dan buah belimbing yang sukses menurunkan darah tinggi. Dalam pembuatannya juga dilakukan dengan uji klinis yang ketat serta jangan khawatir, minuman tersebut bisa bertahan hingga 6 sampai 1 tahun.

Harga yang di pasarkan juga tidak mahal, pengunjung atau pembeli cukup menyiapkan uang di bawah 100 ribu sudah memiliki ketiga macam rasa sekaligus. Yang siap di minum seperti sari belimbing, jambu dan markisa dengan ukuran 275 ml bisa di beli dengan harga sangat murah yakni Rp 3.500 dan untuk sirup yang meminumnya dengan diberi air terlebih dahulu di jual dengan harga Rp 20.000 hingga 23.000 rupiah.

Kesuksesan ke tiga buah ini membawa desa Karangsono menepati urutan nomor 1 dalam perlombaan Karang Werda mewakili Blitar dengan mengalahkan semua kabupaten di Jawa Timur tahun 2016. Tidak hanya itu, di tahun 2017 sukses kembali membawa juara satu dalam perlombaan Bumdes yang diadakan oleh dinas Sosial kabupaten Blitar tentunya juga dalam hal minuman ini.
Untuk tahun 2018 ini Pemuda Pelopor dari desa Karangsono berhasil lolos seleksi dalam lomba tingkat nasional di bidang pariwisata. Pemuda pelopor ini termasuk yang mendukung wisata KRPL dan kebun-kebun di masyarakat. Muji pranoto, seorang pemuda pelopor yang kreatif yang bisa menawarkan wisata edukasi ke sekolah-sekolah misalkan bagaima caranya mencangkok, menyemai, dan memupuk.

Kepala Desa Karangsono Drs. Muhammad Nur mengatakan jika ke depan ia tidak hanya fokus ke minuman tersebut akan tetapi juga membangun embung, penampungan air untuk pertanian. Harapannya jika embung itu jadi alirannya bisa menjadi wisata anak-anak sedangkankan airnya bisa untuk pengairan.

“Saya juga akan mengembangkan asman toga yang di prioritaskan tanaman daun kelor dan daun katu. Daun katu untuk asi sedangkan daun kelor untuk kesehatan. Tidak hanya itu, nanti aka nada pembangunan toko di selatan Bumdes desa Karangsono, toko khusus bangunan dan kebutuhan pokok masyarakat.”Katanya, jum’at (19/10/2018).

Ia berharap ke depan semakin berprestasi dan lebih unggul dalam hal pembangunan serta peningkatan perekonomian masyarakat tentunya lewat wisata agro maupun pembangunan. Ia juga menambahkan jika minuman fungsional yang sudah berjalan 3 tahun tersebut akan terus dikembangkan dalam pemasarannya sehingga semua kalangan masyarakat mampu mersakan manfaat dari minuman tersebut. (Ervin)

Tinggalkan Balasan