262 Kasus Demam Berdarah Terjadi di Trenggalek ditengah Pandemi Covid-19

Trenggalek – Sepanjang tahun 2020 hingga hari ini, kasus demam berdarah di Trenggalek masih tinggi, tercatat ada 262 kasus. Tiga daerah dengan jumlah kasus tertinggi berada di wilayah Puskesmas Rejowinangun dengan jumlah 38 kasus, Pogalan 23 kasus, dan Ngulankulon 21 kasus.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek, Saeroni mengatakan berdasarkan data, sebenarnya tren kasus demam bersarah saat ini sudah mulai menurun dibanding bulan-bulan sebelumnya. Penurunan tren kasus terjadi sejak pertengahan bulan maret yang lalu.

Meskipun cenderung menurun namun dari jumlah warga yang terkena demam berdarah, ada 3 warga yang meninggal pada Februari lalu. “Untuk itu, saya berharap masyarakat Trenggalek tetap tenang dan selalu waspada,”jelasnya.

Dinkes juga menjalankan beberapa langkah untuk menekan kasus DB di tengah pandemi corona. Langkah itu, seperti pemantauan, pemberantasan sarang nyamuk, dan penyuluhan. Apabila ada kasus, perlu perujukan secara cepat waktu.

Untuk menekan kasus DB, Dinkes Trenggalek juga menggaungkan gerakan kader pemantau jentik alias jumantik sebagai langkah antisipasi lain.”Saya juga meminta warga Trenggalek menjaga lingkungan dengan mengedepankan pemberantasan nyamuk lewat menguras, menutup, dan mengubur (3m),” tegasnya. (bang)

Tinggalkan Balasan